. . . saat itu aku masih bersekolah di SMP Negeri 26 Surabaya . . .
Sama seperti anak perempuan pada umumnya, aku sering jatuh cinta. Tapi aku ga pernah memperjuangkan perasaanku dan tidak sedikitpun memberikan kesempatan untuk si `dia` mengetahui perasaanku.
. . waktu itu aku suka sama couo,
couo imut, hitam manis (heu..heu..) dan ternyata dia juga cukup pintar untuk menaklukan hatiku, tapi teteup..dia ga pernah tau kalau aku suka.
So i write a poetry about him,
The title is..^_^
benci VS cinta
pertama kulihat dirinya
kutemukan sesosok anak kecil di dalam lelaki berkacamata
begitu polos untuk didekati
terlalu kekanak- kanakan untuk dilihat
hingga membuatku BENCI
semakin dalam diriku melihat dibalik empat matanya
semakin kutemukan lelaki yang mulai dewasa
yang terkadang membuatku mabuk kepayang
terbuai di dalam CINTA
ingin rasanya kubunuh BENCI dan menanamkan CINTA di kisi hati
namun, apakah dia merasakan apa yang kurasakan?
ingin rasanya kubohongi CINTA dan jujur pada hati untuk memBENCI saja
tapi, bagaimana dengan dirinya?
sekarang diriku bingung
hatiku ragu untuk memilih
BENCI atau CINTA yang menjadi jawabannya
atau BENCI dan CINTA akan tetap bersanding di kisi hatiku
menanti kepastian
menunggu untuk dipilih dan diakui.
Sama seperti anak perempuan pada umumnya, aku sering jatuh cinta. Tapi aku ga pernah memperjuangkan perasaanku dan tidak sedikitpun memberikan kesempatan untuk si `dia` mengetahui perasaanku.
. . waktu itu aku suka sama couo,
couo imut, hitam manis (heu..heu..) dan ternyata dia juga cukup pintar untuk menaklukan hatiku, tapi teteup..dia ga pernah tau kalau aku suka.
So i write a poetry about him,
The title is..^_^
benci VS cinta
pertama kulihat dirinya
kutemukan sesosok anak kecil di dalam lelaki berkacamata
begitu polos untuk didekati
terlalu kekanak- kanakan untuk dilihat
hingga membuatku BENCI
semakin dalam diriku melihat dibalik empat matanya
semakin kutemukan lelaki yang mulai dewasa
yang terkadang membuatku mabuk kepayang
terbuai di dalam CINTA
ingin rasanya kubunuh BENCI dan menanamkan CINTA di kisi hati
namun, apakah dia merasakan apa yang kurasakan?
ingin rasanya kubohongi CINTA dan jujur pada hati untuk memBENCI saja
tapi, bagaimana dengan dirinya?
sekarang diriku bingung
hatiku ragu untuk memilih
BENCI atau CINTA yang menjadi jawabannya
atau BENCI dan CINTA akan tetap bersanding di kisi hatiku
menanti kepastian
menunggu untuk dipilih dan diakui.